Cerita Sex Panas Seks Cinta Segitiga

Cerita Sex Panas Seks Cinta Segitiga

Cerita Sex Panas Seks Cinta Segitiga – Lidahku terus bergerak menyapu seluruh permukaan kulit Mbak Sinta. Dan begitu sampai ke gundukan bukit memeknya yang membusung, lidahku segera menyeruak masuk ke dalam celah sempit yang tadi kulihat berwarna merah jingga. Segera lidahku merasakan ada cairan yang terasa sedikit asin namun nikmat! Tanpa rasa jijik segera saja kusedot bibir kemaluan Mbak Sinta dengan gemas. Kutelan habis cairan yang keluar membasahi permukaan liang kemaluan Mbak Sinta tanpa rasa jijik. Pantat Mbak Sinta terangkat seolah menyambut juluran lidahku hingga wajahku semakin ketat menempel di selangkangannya.

Cerita Sex Panas Seks Cinta Segitiga

Cerita Sex Panas – Lidahku menyusup semakin dalam ke lubang kemaluan Mbak Sinta yang pantatnya terangkat-angkat seolah menyambut juluran lidahku. Mulut Mbak Sinta tak henti-hentinya mendesis-desis dan entah disadari atau tidak, kedua tangan Mbak Sinta mulai menjambak-jambak rambutku dan kedua kakinya mengait leherku dan menekankannya ke arah selangkangannya. Pantatnya terus diangkat-angkat seolah-olah memintaku lebih dalam memasukkan lidahku ke dalam lubang memeknya. Aku yang memang ingin memberikan sensasi lain kepada majikanku segera bertindak.

Kedua ibu jari tanganku mencoba membentangkan bibir kemaluan Mbak Sinta agar terbuka lebih lebar dan kugesekkan mulutku dengan liar pada gundukan bukit kemaluan Mbak Sinta yang membusung. Reaksinya sungguh luar biasa. Mbak Sinta semakin liar menggerak-gerakkan pantatnya dan kakinya semakin ketat menjepit leherku. Erangannya semakin keras dan tubuhnya terhentak-hentak. Tubuhnya terus berkelojotan selama beberapa saat lalu gerakannya semakin melemah dan akhirnya kedua pahanya terkulai lemah menyandar di punggungku. Aku tahu kalau Mbak Sinta telah mencapai klimaks yang kedua kalinya di malam menjelang pagi ini.

Cerita Sex Panas Seks Cinta Segitiga – Aku yang belum mengalami orgasme segera saja menempatkan diriku sejajar dengan tubuh Mbak Sinta. Tubuh telanjangku menindih tubuhnya. Kontolku yang ukurannya biasa saja seperti ukuran pria kebanyakan, sudah sangat keras dan siap tempur. Ukurannya sebetulnya biasa saja, tetapi yang membanggakanku adalah bentuknya yang agak membengkok saat ereksi. Jadi kalau dilihat sepintas mirip-mirip pisang Ambon yang bentuknya agak melengkung.

Dengan perlahan kutusukkan ujung kepala kontolku ke tengah-tengah gundukan bukit kemaluan Mbak Sinta yang munjung itu. Lubang kemaluan Mbak Sinta yang sudah sangat licin memudahkan ujung palkonku tergelincir masuk. Napasku terasa sesak saat kepala kontolku mulai terjepit kehangatan bibir kemaluan Mbak Sinta. Sambil menahan napas, kudorong pantatku pelan-pelan hingga sedikit demi sedikit batang kontolku melesak ke dalam lubang memeknya Mbak Sinta. Hangat sekali rasanya. Apalagi lubang kemaluan Mbak Sinta sudah basah oleh lendir akibat orgasmenya tadi.

“Ohh.. Mm.. Aangghh” mulut Mbak Sinta tak henti-hentinya merintih saat batang kontolku menerobos lubang memeknya.

Aku tahu Mbak Sinta mungkin agak menyesal karena telah terjerumus dalam jebakan nafsuku. Mbak Sinta hanya pasrah dan dengan terpaksa ia menikmati rahimnya aku tusuk dengan batang kontolku berulang kali. Aku tahu ia amat menyesali atas apa yang terjadi malam itu, terlihat dari air matanya yang keluar saat aku berpesta di atas tubuhnya yang telanjang.

Cerita Sex Panas Seks Cinta Segitiga – Kulihat air mata mulai mengembang di pelupuk matanya. Namun semuanya telah terlambat. Kontolku sudah telanjur memasuki lubang yang seharusnya hanya menjadi hak suaminya. Aku pun tak peduli, bagiku yang terpenting adalah melepaskan desakan napsu yang terus mendesak-desak dari dalam tubuhku. Di atas ranjang kamarnya yang mewah itu, aku berhasil membenamkan kemaluanku yang lumayan masih cukup perkasa ke dalam rahimnya yang masih sempit itu.

“Hkkhh..” napasku tertahan saat seluruh kontolku dari ujung hingga pangkal telah terbenam seluruhnya di dalam jepitan lubang kemaluan Mbak Sinta.

Air mata Mbak Sinta sudah mulai jatuh satu persatu. Namun aku tak peduli. Kehangatan yang aku rasakan pada kemaluanku saat masuk kedalam tubuh Mbak Sinta amat membuatku lupa diri. Perlahan-lahan kutarik pantatku hingga batang kontolku tertarik keluar dan hanya ujungnya saja yang masih menancap dalam jepitan lubang kemaluan Mbak Sinta. Lalu dengan kuat kudorong pantatku yang otomatis batang kontolku melesak dalam-dalam ke dalam lubang memeknya.

“Ughh..” tanpa sadar Mbak Sinta mendengus saat ujung kepala kontolku seperti menumbuk sesuatu yang empuk dan hangat di dalam sana.

Aku terus menarik dan mendorong pantatku di atas tubuh Mbak Sinta. Perlahan-lahan kurasakan Mbak Sinta mulai ikut mengimbangi gerakanku. Secara perlahan pantatnya bergerak memutar mengikuti irama ayunan pantatku. Batang kontolku serasa diurut dan diremas-remas dalam jepitan lubang kemaluan Mbak Sinta yang sempit. Rupanya Mbak Sinta sudah mulai terangsang lagi. Rasa sedih yang ditandai dengan melelehnya air matanya seakan-akan sirna dengan goyangannya mengiringi ayunan pantatku.

Cerita Sex Panas Seks Cinta Segitiga – Bibir Mbak Sinta kembali mendesis-desis dan mengerang. Aku yang sudah tidak tahan segera menyergap bibirnya yang setengah terbuka dan menyusupkan lidahku ke dalam mulutnya. Lidahku mengorek-ngorek mulutnya mencari-cari lidahnya. Sungguh sangat segar rasanya bibir perempuan muda. Aku serasa kembali menjadi muda lagi. Semangat baru seolah terpompa dalam darahku. Aku semakin bersemangat menggenjot pantatku menghunjamkan batang kontolku ke dalam lubang memeknya. Gerakan pantat Mbak Sinta semakin kencang. Pantatnya bergoyang ke kanan dan ke kiri seirama dengan ayunan pantatku.

“Shh.. Mmaangg.. Hh shh.. Oohh..” antara sadar dan tidak Mbak Sinta merintih-rintih menambah gairahku semakin membara.

Aku merasa betapa jari-jari Mbak Sinta mencengkeram kulit punggungku yang sudah mulai keriput dimakan usia. Agak sakit memang, tetapi apalah artinya bagiku dibanding keberhasilanku menggauli dan menikmati kemolekan tubuh anak majikanku itu. Lidahku yang masuk jauh ke dalam mulut Mbak Sinta mulai menemukan perlawanan dari lidah Mbak Sinta. Lidahku didorong-dorong oleh lidahnya.

Cerita Sex Panas Seks Cinta Segitiga – Perlahan gairah dalam tubuhku mulai mendesak-desak dan menggelegak. Lalu gerakan ayunan pantatku kuhentikan sesaat untuk mengambil bantal dan mengganjal pantat Mbak Sinta agar lebih tinggi. Dengan posisi terganjal bantal, batang kontolku terasa masuk hingga maksimal. Aku juga semakin leluasa menghunjamkan batang kontolku ke dalam lubang memeknya.

BACA JUGA : Cerita Sex Hisapan Pertama Cewek Cantik

Gerakan pantat Mbak Sinta seperti kesetanan. Jeritannya semakin keras dan menggairahkan. Kedua tanganku segera kutempatkan di bawah kedua bongkahan pantat Mbak Sinta dan meremas-remasnya sambil terus mengayunkan pantatku naik turun. Aku merasa betapa desakan gejolak meletup-letup dari bagian bawah perutku. Perutku terasa mulai kejang karena menahan desakan yang terus menggelora.

“Ohh.. Shh.. Nenggh.. Ter.. Ruhhsshh oohh.. Neengghh!”

Cerita Sex Panas Seks Cinta Segitiga – Tanpa sadar aku menggeram dan merintih meminta Mbak Sinta agar terus menggoyangkan pantatnya kencang-kencang. Mbak Sinta pun rupanya sudah hampir mencapai orgasmenya. Gerakan pantatnya sudah tidak terkendali. Cengkeraman kuku jarinya semakin kencang di kulit punggungku.

“Aakhh.. Ouchh.. Shh.. Oohh..”

Dengan diiringi desisan yang panjang akhirnya tubuh Mbak Sinta terhentak. Pantatnya terangkat dan mengejat-ngejat. Dadanya terguncang hebat menandakan ia sudah tidak mampu menahan orgasmenya. Kurasakan betapa batang kontolku terjepit kencang dan lubang memeknya mengedut-ngedut. Tubuh Mbak Sinta bergetar hebat dan berkelojotan selama beberapa saat.

“Ter.. Rushh.. Neenghh.. Aarrghh”

Akhirnya tubuhku ikut terguncang. Seluruh tubuhku terasa kejang dan mataku mulai nanar. Cratt.. Cratt.. Cratt.. Cratt.. Crrt.. Crrtt..!! Akhirnya tanpa dapat kutahan lagi batang kontolku menyemburkan air maniku yang sangat kental dan banyak sekali ke dalam lubang kemaluan Mbak Sinta hingga sebagian tumpah keluar saking banyaknya. Ya aku telah mencapai puncak kenikmatanku setelah sekian lama berpuasa dan hanya onani. Tubuhku berkejat-kejat di atas perut Mbak Sinta lalu ambruk menindih tubuh telanjangnya.

AyamKampus.Club – Mbak Sinta amat sempurna saat ia berada di bawah tubuhku saat aku genjot tadi. Memang benar kata orang orang bahwa seorang wanita baru terlihat cantik dan menawan jika ia telah berada di bawah tubuh laki-laki saat memeknya di masuki kemaluan pria. Keringat kami pun akhirnya menyatu dan kain sprei yang kami pakai akhirnya lembab karena basah oleh percampuran keringat dan juga air mata Mbak Sinta ditambah lelehan spermaku yang tumpah tadi.

Aku benar-benar merasa puas sekali telah berhasil menikmati kemulusan tubuh majikanku yang cantik ini. Mbak Sinta rupanya terlalu capai hingga ia membiarkan saja tubuh telanjangnya kupeluk. Ia telah tertidur karena kecapaian setelah pergumulan tadi.

Saat itu jam di kamar Mbak Sinta sudah menunjukkan hampir pukul 04.30. Kamar Mbak Sinta yang dingin karena AC membuat tubuhku menggigil soalnya aku tidak terbiasa tidur dengan AC. Apalagi saat itu aku masih telanjang bulat dan di sisiku tergolek tubuh telanjang Mbak Sinta yang sudah mendengkur halus. Cantik sekali wajah Mbak Sinta saat dalam kondisi tidur seperti itu. Wajahnya kelihatan begitu damai dalam tidurnya. Aku sendiri sejak tadi belum mampu memejamkan mataku sepicingpun.

Melihat tubuh telanjang Mbak Sinta yang telentang tanpa sehelai benang pun menutupi tubuhnya yang mulus, gairah kelelakianku kembali bangkit. Batang kontolku mulai menggeliat bangun. Sungguh pemandangan yang terpampang di depanku begitu mempesona. Kulit Mbak Sinta yang putih mulus begitu mengundang gairah lelaki manapun yang memandangnya. Dadanya yang putih turun naik seiring dengan napasnya yang begitu teratur. Tanpa dapat menahan diri lagi tanganku segera mengelus kedua buah dada Mbak Sinta yang lembut. Kupermainkan kedua puting payudaranya dengan jemariku hingga sedikit-demi sedikit mulai mengeras.

“Mmhh..” hanya lenguhan kecil yang keluar dari mulut Mbak Sinta saat tanganku sibuk mempermainkan kedua puting payudaranya. Lalu setelah tanganku puas bermain-main di kedua bukit payudaranya, mulutku pun mengambil alih permainan. Kini mulutku mulai mengulum kedua puting payudara Mbak Sinta secara bergantian. Tanganku secara otomatis bergerak turun ke arah selangkangan Mbak Sinta yang terbuka lebar. Tubuh Mbak Sinta mulai menggeliat namun matanya masih tetap terpejam.

AyamKampus.Club – Mulutku terus bergerak menyapu setiap jengkal tubuh Mbak Sinta. Mulutku menjalar dari dada terus turun ke perut dan berakhir di selangkangan Mbak Sinta. Kembali lidahku menyeruak masuk ke dalam gundukan bukit kemaluan Mbak Sinta. Kedua pahanya semakin terbuka lebar seolah mengundangku untuk semakin dalam memasukinya. Pagi itu aku kembali menyetubuhi tubuh anak majikanku beberapa kali hingga aku benar-benar puas.

Semenjak kejadian di malam itu. Mbak Sinta mulai mengambil jarak dariku dan tampaknya berusaha menghindariku. Suaminya tidak tahu tentang peristiwa malam itu. Tampaknya Mbak Sinta memang merahasiakannya. Aku tahu diri dan tidak berupaya memperlihatkan kepada Mbak Sinta tentang bagaimana perasaanku padanya. Aku pun bertindak seperti biasanya seolah-olah tidak terjadi apa-apa antara aku dengan Mbak Sinta.

Kadang saat malam aku rindu untuk mengulangi lagi saat kebersamaan dengan Mbak Sinta namun aku pendam saja. Dan sebagai pelampiasannya, aku terus mengintip Mbak Sinta bersebadan dengan suaminya. Tampaknya Mbak Sinta amat menikmati persetubuhan dengan suaminya itu. Aku jadi merasa iri.

Suatu hari suami Mbak Sinta pun kembali bertugas keluar kota lagi. Tampaknya Mbak Sinta biasa biasa saja. Ia tidak memberikan tanggapan apa pun saat itu. Dan malam saat suaminya tugas, aku berusaha mendatangi kamar Mbak Sinta dan meminta berbicara. Mbak Sinta memberiku waktu bicara dan dengan kepintaranku, malam itupun akhirnya aku pun kembali dapat menikmati kehangatan tubuhnya di kamarnya. Mbak Sinta pun semakin larut olehku. Ini terlihat saat suatu malam tanpa aku duga ia mendatangi kamarku dan kami pun bersetubuh di kamarku hingga beberapa kali malam itu.

Sampai saat ini pun di saat suaminya tidak ada di rumah, aku selalu memberinya kenikmatan ragawi yang mungkin tidak ia dapati dari suaminya. Aku pun setelah menikmati kemulusan dan kehangatan tubuh Mbak Sinta, punya keinginan untuk dapat merasakan kehangatan tubuh saudaranya Mbak Sinta.

Itulah pembaca, sekelumit cerita yang dialami salah satu pembacaku. Aku sangat senang bisa membantu para pembaca yang mempunyai pengalaman menarik namun sulit untuk menuangkannya agar dapat berbagi dengan pembaca lain. Kalau ada pembaca yang mempunyai kisah unik dan merasa kesulitan, kirim saja ke emailku. Aku dengan segala senang hati akan membantu menuliskannya untuk anda. Cerita Sex